Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Jelang Semifinal Wimbledon Nadal Siap Redam Ambisi Murray. Rafael Nadal punya catat rekor kemenangan 11-4 dengan Andy Murray. Tetapi, petenis nomor satu dunia tersebut tetap mewaspadai Murray, dan menganggap rekor itu tidak punya arti apa-apa.Pertandingan nanti akan sangat sulit bagi saya. Saya kira ia sekarang bermain pada tingkat tertinggi. Menurut saya, Andy dalam beberapa bulan terakhir bermain semakin baik
-- Rafael Nadal
Nadal dan Murray akan bertemu di semifinal Wimbledon, Jumat (1/7/11). Duel antara si kidal dari Spanyol dan unggulan keempat dari Inggris tersebut akan berlangsung di Centre Court.
Pertemuan ini bakal menghadirkan cerita yang seru, karena Nadal ingin mempertahankan gelar grand slam lapangan rumput tersebut, sedangkan Murray sedang mengincar gelar pertama di ajang grand slam.
Apalagi, kali ini Murray bermain di depan publik sendiri. Dia juga semakin dekat dengan impian untuk mengakhiri penantian selama 75 tahun dari para pecinta tenis di Inggris, yang menginginkan muncul juara baru di sektor tunggal putra.
Nadal sangat menyadari kondisi tersebut. Unggulan utama ini juga sangat yakin, Murray mengusung misi untuk menebus kekalahan straight set yang terjadi tahun lalu.
"Tahun lalu saya mengalahkannya di semifinal, tapi melalui pertarungan ketat meski akhirnya saya menang straight set," kata Nadal.
"Pertandingan nanti akan sangat sulit bagi saya. Saya kira ia sekarang bermain pada tingkat tertinggi. Menurut saya, Andy dalam beberapa bulan terakhir bermain semakin baik. Ini akan menjadi tantangan besar buat saya."
Nadal menegaskan bahwa ia tidak terlalu merisaukan kondisi fisiknya, yaitu cedera kaki kiri yang dialami ketika bertanding di babak empat sebelum menyingkirkan Juan Martin del Potro. Saat itu, Nadal memerlukan obat untuk menghilangkan rasa sakit.
"Kaki saya sudah sembuh. Tapi ketika itu kami bertanding di babak perempat final Wimbledon. Saat itu keadaan darurat sehingga harus terus bertanding," kata Nadal, yang juga juara pada 2008.
Setelah mencapai semifinjal untuk ketiga kalinya secara beruntun di turnamen yang berlangsung di All England Club ini, Murray menyatakan keyakinannya bahwa sekaranglah saat baginya untuk menyusul sukses Fred Perry, petenis Inggris yang terakhir kali tampil sebagai juara di Wimbledon pada 1936.
"Saya yakin bisa mengalahkannya. Saya mendapatkan peluang itu tahun lalu. Saya sempat unggul pada set ketiga dan meraih break point pada set kedua," kenang Murray yang akan tampil untuk ketujuh kalinya di semifinal turnamen grand slam.
"Tapi sekarang saya harus menyiapkan strategi yang lebih baik. Kadang-kadang pertandingan itu juga ditentukan oleh pengalaman. Saya harus bertanding dengan sebaik-baiknya dan melakukan servis dengan baik," katanya.
Semifinal lainnya yang juga berlangsung Jumat ini mempertemukan unggulan kedua Novak Djokovic, semifinal 2007 dan 2010, dengan petenis Perancis unggulan ke-12 Jo-Wilfried Tsonga, yang mengubur harapan juara enam kali Roger Federer di perempat final.
Djokovic, juara Australia Terbuka, baru mengalami satu kali kalah dalam 49 pertandingan yang dimainkannya, dimulai sejak kemenangan yang membawa Serbia ke tangga juara Piala Davis pada Desember lalu. Tapi petenis Serbia berusia 24 tahun itu memiliki rekor buruk menghadapi Tsonga (26) karena hanya bisa menang dua kali dari tujuh kali pertemuan mereka.
Djokovic menyadari bahwa ia harus bisa mengatasi bahaya petualangan petenis Perancis yang dengan servis konsisten, berhasil menjungkalkan Federer dengan kemenangan mengejutkan 3-6, 6-7 (3/7), 6-4, 6-4, 6-4.
"Tsonga bermain sangat bagus di lapangan rumput musim ini. Ia juga tampil bagus di turnamen di Queens, dan sekarang sudah mengalahkan sejumlah petenis top. Ia sangat berbahaya," kata Djokovic.
Tsonga, yang tahun lalu hanya melangkah sampai perempat final, terakhir kali mengalahkan Djokovic di babak delapan besar Australia Terbuka 2010. noreply@blogger.com (J_Putra) 01 Jul, 2011
--
Source: http://kang-jaya.blogspot.com/2011/07/jelang-semifinal-wimbledon-nadal-siap.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com